Pidato SBY dalam Bahasa Inggris, Kadang Lucu Tapi Banyak yang Diulang

3 Jun 2011

sbygnbbali-d2

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belakangan sering berpidato dalam Bahasa Inggris. Maklum, Indonesia akhir-akhir ini sering menjadi tuan rumah acara-acara internasional. Mulai dari KTT ASEAN hingga acara konferensi tingkat menteri (KTM) ke-16 Gerakan Non Blok (GNB) di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali.

Sebagai kepala negara, tentunya Presiden selalu memberikan sambutan dalam setiap acara sebagai keynote speaker. Isi sambutan SBY kebanyakan tentang kemajuan-kemajuan yang dialami oleh Bangsa Indonesia, mulai dari kemerdekaan pers, penegakan HAM, sampai pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Namun tak lupa dalam pidatonya, SBY menyelipkan beberapa joke yang membuat peserta yang rata-rata adalah bule tertawa dan bertepuk tangan atas lelucon SBY yang dia baca dari alat bantu bernama teleprompter.

Saat menjadi keynote speech dalam acara Business for the Environment yang berlangsung di Hotel Sangri La, Jakarta, Kamis (28/4/2011), SBY disambut tawa ratusan hadirin yang umumnya warga asing lantaran pidatonya dianggap lucu.

“Anda telah memilih tempat yang tepat untuk sebuah konferensi global terhadap perekonomian hijau. Kami sekarang berada di tengah-tengah kampanye ambisius untuk menanam 1 miliar. Ya, 1 miliar pohon di seluruh Indonesia. Jika ada yang tertarik untuk menanam pohon di bawah nama Anda, beritahu kami,” ujar SBY isambut tawa hadirin yang umumnya adalah bule.

Dalam sambutannya kepada peserta Overseas Private Invesment Corporation (OPIC) di Hotel Sangri La 4 Mei lalu, SBY sempat mengeluarkan canda.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada Overseas Private Investment Corporation untuk pekerjaan yang sangat baik dalam mengorganisir pejabat pemerintah dan masyarakat bisnis. Pertanyaan saya adalah apa yang membawa kalian begitu lama untuk ke sini (Indonesia)?” kata SBY dalam bahasa Inggris disambut tawa ratusan pengusaha Amerika.

SBY kembali membuat lelucon dan membuat tertawa para hadirin saat mempromosikan Indonesia di hadapan para pengusaha AS.

“By the way, Duta Besar Dino Patti Djalal saat ini masih bekerja agar Oprah Winfrey mengatakan sesuatu tentang Indonesia,” kata SBY saat memberikan sambutan di hadapan ratusan pengusaha Amerika Serikat di Ballroom Hotel Sangri La, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Ucapan SBY itu langsung disambut tawa oleh ratusan pengusaha, termasuk Dino Patti Djalal yang juga berada di ruangan itu.

Meski banyak menimbulkan tawa, pidato SBY dalam bahasa Inggris kadang sering diulang-ulang. Dalam acara Business for the Environment dan Overseas Private Invesment Corporation (OPIC) yang keduanya sama-sama berlangsung di Hotel Sangri La, isi sambutan SBY tak jauh beda, terutama yang menyangkut masalah ekonomi.

Kini, pidato SBY yang sering menggunakan bahasa Inggris tersebut mendapat kritikan. Sebagai kepala negara, Presiden diminta untuk bangga dengan Bahasa Indonesia dengan berpidato dalam Bahasa Indonesia. SBY juga dianggap melanggar UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Menurut UU 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, khususnya pasal 28 menyebutkan, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri,” kata pengamat hukum internasional, Hikmahanto Juwana kepada detikcom, Rabu (25/5/2011) kemarin.
Namun atas sejumlah aturan penggunaan Bahasa Indonesia bagi pejabat negara itu, agar tidak terulang lagi pelanggaran UU, Hikmahanto memberi solusi UU tersebut diamandemen.

“Oleh karenanya UU 24/2009 perlu ditinjau ulang dan diamandemen sehingga memungkinkan Presiden menggunakan bahasa Inggris dalam event-event internasional di Indonesia,” tuturnya.


TAGS


-

Author

Follow Me